Sunday, November 9, 2014

Bahan Bakar Alternatif Bioetanol


PEMBUATAN BIOETANOL
DARI AMPAS BREM

a.           Air hasil fermentasi dimasukan kedalam tabung pemanas pada alat destilasi.
b.          Tabung pemanas dihubungkan dengan listrik sehingga terjadi pemanasan pada air hasil fermentasi, temeratur air dalam tabung dijaga pada kisaran suhu 78° C sampai dengan 80° C dimana ethanol mulai menguap, untuk mengetahui temperature air fermentasi didalam tabung pemanas dipakai termometer ruang yang yang terpasang ditabung pemanas, sementara untuk menjaga temperatur didalam tabung pemanas dipakai thermostat yang akan memutus aliran arus listrik saat temeratur naik melebihi suhu 80° C.
c.          Penguapan air hasil fermentasi dialirkan melalui pipa gas yang dialirkan melewati pendingin dengan tujuan agar terjadi kondensasi / pengembunan.
d.         Air kondensasi yang berupa bioethanol ditampung pada tabung penampungan.
e.          Kadar ethanol yang dihasilkan masih sangat rendah yaitu sekitar 60 % sampai dengan 70 % sehingga diperlukan tindakan lanjut untuk memurnikan sampai memiliki kadar 99 % untuk bisa dijadikan energy alternative pengganti premium.

4.      LANGKAH SEDERHANA MEMURNIKAN BIOETHANOL DENGAN BATU GAMPING :
a.    Ada 2 cara untuk memurnikan kadar ethanol sehingga memiliki kadar sampai 99 %, yaitu :
1.           Cara Fisika yaitu menggunakan abu Zeolit yaitu mineral yang terbentuk dari abu lahar dan materi gunung berapi, untuk mendapatkan cukup sulit dan zeolit sintetis harganya cukup mahal sehingga tidak akan dipilih untuk digunakan
2.           Cara Kimia yaitu menggunakan batu gamping, selain harga yang murah juga sangat gampang dalam mendapatkan sehingga menjadi alternative digunakan untuk memurnikan ethanol.

b.    Proses dan cara memurnikan ethanol menggunakan media batu gamping.
Batu gamping bersifat higroskopis, artinya mempunyai kemampuan untuk menyerap air. Karena itulah ia mampu mengurangi kadar air dalam Bioethanol.
Cara memurnikan :
1.            Batu gamping ditumbuk hingga jadi tepung agar penyerapan air lebih cepat. Perbandingannya untuk 7 liter Bioethanol diperlukan 2-3 kg batu gamping.
2.           Campuran itu didiamkan selama 24 jam sambil sesekali diaduk.
3.           Hari ke 2 campuran kembali diproses didalam alat destilasi untuk diuapkan dan diembunkan kembali menjadi cair kembali sehingga dihasilkan Bioethanol berkadar 99% atau lebih. Bioethanol inilah yang bisa dicampur dengan bensin atau digunakan murni

5.      LANGKAH SEDERHANA MENGETAHUI KADAR BIOETHANOL.
BIOETHANOL bersifat larut dalam Bensin, dan Air tidak bisa larut dalam Bensin
a.    Bioethanol dimasukan dan dicampur dengan Bensin dan dikocok lalu diamkan beberapa saat
b.   Bila Bioethanol masih mengandung air maka akan terbentuk 2 lapisan, lapisan bawah adalah air dan lapisan atas adalah campuran Bensin dan Bioethanol, artinya kadar Bioethanol belum 100% karena masih ada kadar airnya.

6.      KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN BIOETHANOL DIBANDING PREMIUM :
a.   Penghemat bahan bakar Bensin :
20 % Bioethanol dicampur dengan 80 % Bensin
b.   Mengurangi polusi udara :
Pembakaran lebih sempurna pada kendaraan sehingga  gas buang CO bisa diminimalkan.



No comments:

Post a Comment

RELATED POST

  • Tutorial Arduino PART I Blink LED
  • Sistem Bahan Bakar Motor Bensin
  • Cara Mengatasi Mesin Bensin yang Tiba-tiba Mati Mendadak di Jalan
  • komponen sistem kelistrikan bodi pada mobil
  • Rangkaian sistem kelistrikan bodi pada mobil
  • Cara Kerja Vakum Advance
  • close