a.
Air
hasil fermentasi dimasukan kedalam tabung pemanas pada alat destilasi.
b.
Tabung
pemanas dihubungkan dengan listrik sehingga terjadi pemanasan pada air hasil
fermentasi, temeratur air dalam tabung dijaga pada kisaran suhu 78° C sampai
dengan 80° C dimana ethanol mulai menguap, untuk mengetahui temperature air
fermentasi didalam tabung pemanas dipakai termometer ruang yang yang terpasang
ditabung pemanas, sementara untuk menjaga temperatur didalam tabung pemanas
dipakai thermostat yang akan memutus aliran arus listrik saat temeratur naik
melebihi suhu 80° C.
c.
Penguapan
air hasil fermentasi dialirkan melalui pipa gas yang dialirkan melewati
pendingin dengan tujuan agar terjadi kondensasi / pengembunan.
d.
Air
kondensasi yang berupa bioethanol ditampung pada tabung penampungan.
e.
Kadar
ethanol yang dihasilkan masih sangat rendah yaitu sekitar 60 % sampai dengan 70
% sehingga diperlukan tindakan lanjut untuk memurnikan sampai memiliki kadar 99
% untuk bisa dijadikan energy alternative pengganti premium.
4.
LANGKAH
SEDERHANA MEMURNIKAN BIOETHANOL DENGAN BATU GAMPING :
a. Ada 2 cara
untuk memurnikan kadar ethanol sehingga memiliki kadar sampai 99 %, yaitu :
1.
Cara Fisika yaitu menggunakan abu
Zeolit yaitu mineral yang terbentuk dari abu lahar dan materi gunung berapi,
untuk mendapatkan cukup sulit dan zeolit sintetis harganya cukup mahal sehingga
tidak akan dipilih untuk digunakan
2.
Cara Kimia yaitu menggunakan batu
gamping, selain harga yang murah juga sangat gampang dalam mendapatkan sehingga
menjadi alternative digunakan untuk memurnikan ethanol.
b. Proses dan
cara memurnikan ethanol menggunakan media batu gamping.
Batu gamping bersifat higroskopis, artinya mempunyai
kemampuan untuk menyerap air. Karena itulah ia mampu mengurangi kadar air dalam
Bioethanol.
Cara
memurnikan :
1.
Batu gamping ditumbuk hingga jadi tepung agar penyerapan air
lebih cepat. Perbandingannya untuk 7 liter Bioethanol diperlukan 2-3 kg batu
gamping.
2.
Campuran itu didiamkan selama 24 jam sambil sesekali diaduk.
3.
Hari ke 2 campuran kembali diproses didalam alat
destilasi untuk
diuapkan dan diembunkan kembali menjadi cair kembali sehingga
dihasilkan
Bioethanol berkadar 99% atau lebih. Bioethanol
inilah yang bisa dicampur dengan bensin atau digunakan murni
5.
LANGKAH
SEDERHANA MENGETAHUI KADAR BIOETHANOL.
BIOETHANOL bersifat
larut dalam Bensin, dan Air tidak bisa larut dalam Bensin
a.
Bioethanol dimasukan dan dicampur dengan Bensin dan dikocok
lalu diamkan beberapa saat
b.
Bila Bioethanol masih mengandung air maka akan terbentuk 2
lapisan, lapisan bawah adalah air dan lapisan atas adalah campuran Bensin dan Bioethanol,
artinya kadar Bioethanol belum 100% karena masih ada kadar airnya.
6. KEUNTUNGAN
MENGGUNAKAN BIOETHANOL DIBANDING PREMIUM :
a.
Penghemat bahan bakar Bensin :
20 % Bioethanol dicampur dengan 80 %
Bensin
b. Mengurangi polusi udara :
Pembakaran lebih sempurna pada kendaraan sehingga gas buang CO bisa diminimalkan.
No comments:
Post a Comment