Thursday, August 28, 2014

sistem kelistrikan body

Baca Juga


SISTEM KELISTRIKAN

BODY




Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Sistem Kelistrikan Otomotif Dibagi Menjadi 3 Bagian Yaitu :
1.  Sistem Kelistrikan Mesin
Sistem Kelistrikan Mesin yakni system kelistrikan yang mendukung agar mesin bias menyala dan system pada mesin tetap bekerja. Contoh : system pengapian (ignition system) dan system pengisian (charging system).

2.   Sistem Kelistrikan Body
Sistem Kelsitrikan body yakni system kelistrikan yang mengatur kinerjanya komponen – komponen seperti system penerangan, dan lampu – lampu lainnya.

3.  Sistem Kelistrikan Asesoris
Sistem kelistrikan asesoris adalah system kelistrikan yang mengatur tentang perangkat kelistrikan tambahan (accecoris) seperti tape / radio, Air Conditioner (AC), dll.

Sebelum membahas kelistriikan secara lebih jauh kita akan membahas tentang system pengaman pada system kelistrikan diantaranya adalah :

1.     Fuse (Sekering)

  

     Sekering berfungsi sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus pada suatu rangkaian. Sekering akan terputus saat arus listrik yang melewati sekering melebihi arus maksimal yang tertera pada body sekering.

2.     Fusible Link


       Fusible link adalah alat pengaman system kelistrikan yang sam dengan sekering, namun yang membedakannya adalah besar kapasitas arus yang bisa dilalui lebih besar dari sekering. Fusible link ini adalah pengaman utama arus listrik sebelum masuk ke komponen system kelistrikan lainnya.

3.      Circuit Breaker

  

Circuit breaker adalah system pengaman yang berfungsi memutuskan arus listrik yang berlebihan dari nilai maksimum arus yang bisa dilewati berdasarkan kontak bimetal. Jika circuit breaker mendapat arus listrik yang lebih besar dari nilai maksimum arus yang bisa dilewati, maka kontak bimetal akan menerima panas yang berlebih dan akan melengkung sehingga arus listrik tidak dapat mengalir ke rangkaian. Saat arus mengecil maka bimetal akan kembali ke posisi semula dan arus listrik dapat terhubung ke rangkaian. Sistem pengaman ini biasa digunakan dalam power window.

Pada bab ini saya akan membahas mengenai system kelistrikan body

Sistem Kelistrikan Body Dibagi Menjadi :

1.  Lampu Kepala
2.  Lampu Posisi atau Lampu Kota
3.  Lampu Sein atau Lampu Tanda Belok
4.  Lampu Tanda Bahaya atau Lampu Hazard
5.  Lampu Rem
6.  Lampu Plat Nomor
7.  Lampu Interior atau Lampu Kabin
8.  Sistem Wiper dan Washer
9.  Lampu Flash
10.  Lampu Kabut (Fog Lamp)


Sistem Lampu Kepala

            Lampu kepala sangat penting pada semua kendaraan khususnya pada saat gelap atau malam hari semua kendaraan akan membutuhkan sebuah lampu yang dapat menerangi sepanjang perjalanan. Lampu kepala (head lamp) adalah lampu penerangan utama pada suatu kendaraan yang digunakan untuk menerangi jalan di sepanjang perjalanan terutama saat dalam keadaan gelap atau malam hari.

Sistem Lampu Posisi Atau Lampu Kota :

            Adalah lampu yang digunakan untuk memberikan informasi kepada pengendara lain mengenai panjang kendaraan, ebar kendaraan, dan tinggi kendaraan. Lampu ini sangat vital digunakan pada kendaraan besar seperti truk – truk besar ataupun bis.


Sistem Lampu Flash

            Lampu ini berfungsi memberikan isyarat pada kendaraan di depan sebagai pengganti klakson. Lampu ini akan langsung mengaktifkan lampu high beam (lampu dim) dan saklar ini langsung akan kembali ke posisi semula sehingga lampu akan langsung mati.

Rangkaian Lampu Kota dan Kepala dan Flash


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)




Sistem Lampu Sein (Tanda Belok) :

            Adalah lampu tanda yang digunakan seorang pengemudi untuk memberi informasi kepada pengendara lain bahwa kendaraan tersebut akan berbelok ke salah satu arah. Lampu ini dilengkap dengan flasher yang berfungsi untuk mengedipkan lampu belok.

Macam – Macam Flasher yang digunakan pada lampu sein :

1.  Flasher Jenis Kapasitor
2.  Flasher Jenis Bimetal
3.  Flasher Jenis Transistor

Diantara beberapa jenis flasher yang digunakan sebagian besar banyak kendaraan yang memakai jenis flasher bimetal.

Sistem Lampu Tanda Bahaya

            Lampu ini berfungsi jika saat di jalan kendaraan harus berhenti darurat karena ada suatu permasalahan. Lampu ini akan menyalakan kedua lampu sein kanan dan kiri secara bersamaan. Namun lampu ini dapat dinyalakan tanpa memutar kunci kontak pada posisi ON. Karena saklar lampu hazard langsung terhubung dengan bateray tanpa melewati kunci kontak terlebih dahulu.
Rangkaian Lampu Hazard dan Sein

                           
                                                   Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Sistem Lampu Rem (Brake Lamp)

           Lampu rem adalah lampu yang akan memberi isyarat pada kendaraan di belakang pengemudi bahwa kendaraan tersebut akan mengurangi kecepatannya atau bahkan berhenti. Lampu rem pada kendaraan juga akan tetap menyala saat pedal rem di injak dengan kunci kontak tanpa pada posisi on.

Rangkaian Lampu Rem


                     
                                                Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Lampu Pelat Nomor
        
    Lampu Plat nomor adalah lampu yang berfungsi memberikan pencahayaan terhadap pelat nomor suatu kendaraan biasanya lampu ini dihubungkan secra parallel dengan lampu kota, jadi apabila lampu kota menyala maka lampu inijuga otomatis akan menyala.

Lampu Interior atau Lampu Kabin
            Lampu ini berfungsi memberikan pencahayaan di dalam ruang kabin kendaraan. Lampu ini memiliki dua saklar yakni saklar manual yang terdapat di dekat lampu tersebut. Dan juga ada saklar otomatis di pasang pada pintu jika pintu di buka maka lampu kabin akan otomatis menyala.

Sistem Wiper
            Sistem Wiper adalah suatu system yang mengatur pergerakan pembersih kaca (wiper blade) agar dapat membersihkan kaca depan atau belakan suatu kendaraan. System ini sangt diperlukan terutama saat kondisi hujan deras sehingga kaca akan tertutup air, kondisi ini akan diatasi oleh system wiper ini.
            Wiper ini memiliki dua tingkat kecepatan dan satu kali gerak (intro) yang dikendalikan melalui saklar kombinasi.

Sistem Washer
            Sistem ini berfungsi untuk memberikan cairan pembersih pada kaca saat diperlukan. Washer memiliki sebuah pompa washer yang biasanya di tempatkan dalam tempat cairan washer. Washer dikendalikan oleh saklar yang ada di saklar kombinasi.

Rangkaian Wiper dan Washer




Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)


Sistem Lampu Kabut (Fog Lamp)

Lampu kabut adalah lampu yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan saat kondisi jalan berkabut. Lampu ini dapat menggunakan lampu dengan warna kuning atau bias juga menggunakan lampu dengan warna putih, namun dianjurkan untuk menggunakan lampu kuning.


Sistem Klakson

            Klakson berfungsi untuk memberi peringatan kepada kendaraan lain bahwa di depannya ada kendaraan yang melaju. System klakson menggunakan saklar dimana saklar tersebut adalah saklar yang menggunakan prnsip pengendali negative.


Rangkaian Sistem Klakson :



                          




Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Komponen sistem kelistrikan bodi pada mobil

Baca Juga


SISTEM KELISTRIKAN

OTOMOTIF




Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Sistem Kelistrikan Otomotif Dibagi Menjadi 3 Bagian Yaitu :
1.  Sistem Kelistrikan Mesin
Sistem Kelistrikan Mesin yakni system kelistrikan yang mendukung agar mesin bias menyala dan system pada mesin tetap bekerja. Contoh : system pengapian (ignition system) dan system pengisian (charging system).

2.   Sistem Kelistrikan Body
Sistem Kelsitrikan body yakni system kelistrikan yang mengatur kinerjanya komponen – komponen seperti system penerangan, dan lampu – lampu lainnya.

3.  Sistem Kelistrikan Asesoris
Sistem kelistrikan asesoris adalah system kelistrikan yang mengatur tentang perangkat kelistrikan tambahan (accecoris) seperti tape / radio, Air Conditioner (AC), dll.

Sebelum membahas kelistriikan secara lebih jauh kita akan membahas tentang system pengaman pada system kelistrikan diantaranya adalah :

1.     Fuse (Sekering)

  

     Sekering berfungsi sebagai pengaman jika terjadi kelebihan arus pada suatu rangkaian. Sekering akan terputus saat arus listrik yang melewati sekering melebihi arus maksimal yang tertera pada body sekering.

2.     Fusible Link


       Fusible link adalah alat pengaman system kelistrikan yang sam dengan sekering, namun yang membedakannya adalah besar kapasitas arus yang bisa dilalui lebih besar dari sekering. Fusible link ini adalah pengaman utama arus listrik sebelum masuk ke komponen system kelistrikan lainnya.

3.      Circuit Breaker

  

Circuit breaker adalah system pengaman yang berfungsi memutuskan arus listrik yang berlebihan dari nilai maksimum arus yang bisa dilewati berdasarkan kontak bimetal. Jika circuit breaker mendapat arus listrik yang lebih besar dari nilai maksimum arus yang bisa dilewati, maka kontak bimetal akan menerima panas yang berlebih dan akan melengkung sehingga arus listrik tidak dapat mengalir ke rangkaian. Saat arus mengecil maka bimetal akan kembali ke posisi semula dan arus listrik dapat terhubung ke rangkaian. Sistem pengaman ini biasa digunakan dalam power window.

Pada bab ini saya akan membahas mengenai system kelistrikan body

Sistem Kelistrikan Body Dibagi Menjadi :

1.  Lampu Kepala
2.  Lampu Posisi atau Lampu Kota
3.  Lampu Sein atau Lampu Tanda Belok
4.  Lampu Tanda Bahaya atau Lampu Hazard
5.  Lampu Rem
6.  Lampu Plat Nomor
7.  Lampu Interior atau Lampu Kabin
8.  Sistem Wiper dan Washer
9.  Lampu Flash
10.  Lampu Kabut (Fog Lamp)


Sistem Lampu Kepala

            Lampu kepala sangat penting pada semua kendaraan khususnya pada saat gelap atau malam hari semua kendaraan akan membutuhkan sebuah lampu yang dapat menerangi sepanjang perjalanan. Lampu kepala (head lamp) adalah lampu penerangan utama pada suatu kendaraan yang digunakan untuk menerangi jalan di sepanjang perjalanan terutama saat dalam keadaan gelap atau malam hari.

Sistem Lampu Posisi Atau Lampu Kota :

            Adalah lampu yang digunakan untuk memberikan informasi kepada pengendara lain mengenai panjang kendaraan, ebar kendaraan, dan tinggi kendaraan. Lampu ini sangat vital digunakan pada kendaraan besar seperti truk – truk besar ataupun bis.


Sistem Lampu Flash

            Lampu ini berfungsi memberikan isyarat pada kendaraan di depan sebagai pengganti klakson. Lampu ini akan langsung mengaktifkan lampu high beam (lampu dim) dan saklar ini langsung akan kembali ke posisi semula sehingga lampu akan langsung mati.

Rangkaian Lampu Kota dan Kepala dan Flash


Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)




Sistem Lampu Sein (Tanda Belok) :

            Adalah lampu tanda yang digunakan seorang pengemudi untuk memberi informasi kepada pengendara lain bahwa kendaraan tersebut akan berbelok ke salah satu arah. Lampu ini dilengkap dengan flasher yang berfungsi untuk mengedipkan lampu belok.

Macam – Macam Flasher yang digunakan pada lampu sein :

1.  Flasher Jenis Kapasitor
2.  Flasher Jenis Bimetal
3.  Flasher Jenis Transistor

Diantara beberapa jenis flasher yang digunakan sebagian besar banyak kendaraan yang memakai jenis flasher bimetal.

Sistem Lampu Tanda Bahaya

            Lampu ini berfungsi jika saat di jalan kendaraan harus berhenti darurat karena ada suatu permasalahan. Lampu ini akan menyalakan kedua lampu sein kanan dan kiri secara bersamaan. Namun lampu ini dapat dinyalakan tanpa memutar kunci kontak pada posisi ON. Karena saklar lampu hazard langsung terhubung dengan bateray tanpa melewati kunci kontak terlebih dahulu.
Rangkaian Lampu Hazard dan Sein

                           
                                                   Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Sistem Lampu Rem (Brake Lamp)

           Lampu rem adalah lampu yang akan memberi isyarat pada kendaraan di belakang pengemudi bahwa kendaraan tersebut akan mengurangi kecepatannya atau bahkan berhenti. Lampu rem pada kendaraan juga akan tetap menyala saat pedal rem di injak dengan kunci kontak tanpa pada posisi on.

Rangkaian Lampu Rem


                     
                                                Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Lampu Pelat Nomor
        
    Lampu Plat nomor adalah lampu yang berfungsi memberikan pencahayaan terhadap pelat nomor suatu kendaraan biasanya lampu ini dihubungkan secra parallel dengan lampu kota, jadi apabila lampu kota menyala maka lampu inijuga otomatis akan menyala.

Lampu Interior atau Lampu Kabin
            Lampu ini berfungsi memberikan pencahayaan di dalam ruang kabin kendaraan. Lampu ini memiliki dua saklar yakni saklar manual yang terdapat di dekat lampu tersebut. Dan juga ada saklar otomatis di pasang pada pintu jika pintu di buka maka lampu kabin akan otomatis menyala.

Sistem Wiper
            Sistem Wiper adalah suatu system yang mengatur pergerakan pembersih kaca (wiper blade) agar dapat membersihkan kaca depan atau belakan suatu kendaraan. System ini sangt diperlukan terutama saat kondisi hujan deras sehingga kaca akan tertutup air, kondisi ini akan diatasi oleh system wiper ini.
            Wiper ini memiliki dua tingkat kecepatan dan satu kali gerak (intro) yang dikendalikan melalui saklar kombinasi.

Sistem Washer
            Sistem ini berfungsi untuk memberikan cairan pembersih pada kaca saat diperlukan. Washer memiliki sebuah pompa washer yang biasanya di tempatkan dalam tempat cairan washer. Washer dikendalikan oleh saklar yang ada di saklar kombinasi.

Rangkaian Wiper dan Washer




Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)


Sistem Lampu Kabut (Fog Lamp)

Lampu kabut adalah lampu yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan saat kondisi jalan berkabut. Lampu ini dapat menggunakan lampu dengan warna kuning atau bias juga menggunakan lampu dengan warna putih, namun dianjurkan untuk menggunakan lampu kuning.


Sistem Klakson

            Klakson berfungsi untuk memberi peringatan kepada kendaraan lain bahwa di depannya ada kendaraan yang melaju. System klakson menggunakan saklar dimana saklar tersebut adalah saklar yang menggunakan prnsip pengendali negative.


Rangkaian Sistem Klakson :



                          




Sumber: Dokumentasi Pribadi (2015)

Sunday, August 17, 2014

Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin

Baca Juga

PERBEDAAN MESIN DIESEL
DAN MESIN OTTO (BENSIN)






Mesin diesel konsturksinya tidak berbeda jauh dengan mesin bensin yang dikenal dengan sebutan mesin otto. Beberapa bagian komponennya punya tugas yang sama dengan mesin bensin, seperti blok slinder, poros engkol, poros bubungan, asembli torak, dan mekanisme pengerak katupnya. Perbedaan motor diesel dan motor bensin adalah cara pemberian dan penyalaan bahan bakarnya; perbandingan kompressi; disain komponen.


1. Cara pemberian Dan penyalaan Bahan baker
Perbedaan utama terletak pada bagaimana memulai sesuatu pembakaran dalam ruang silinder.mesin besin mengawali pembakaran dengan disuplainya listrik tegangan tinggi, sehingga menimbulkan percikan bunga api di antara celah busi untuk memulai pembakaran gas. Motor diesel memanfaatkan udara yang dikompresi untuk memulai pembakaran bahan bakar solar. Dengan perbandingan kompresinya sangat tinggi sampai berkisar 22 : 1, akibatnya tekanan naik secara mendadak (berlansung dalam beberapa milidetik) suhunya dapat mencapai 900-1000 derajat celcius.Suhu setinggi itu dapat menyalakan bahan bakar solar.
Menjelang akhir langkah kompresi, solar disemprotkan ke udara Yang sangat panas itu. Akibatnya, bahan bakar langsung terbakar sebab titik nyala solar sendiri Cuma 4000 Celcius. Karena pembakaran terjadi akibat tekanan kompresi yang sangat tinggi tadi,maka mesi diesel di sebut juga mesin penyalaan kompresi (compression igniton engine). Sedangkan mesin bensin di kenal dengan mesin penyalaan bunga api (spark ignition engine).
Dalam mesin bensin bahan bakar dan udara dicampur di luar slinder yaitu dalam karburator dan saluran masuk (manifold). Sebaliknya mesin diesel tidak ada campuran pendahuluan udara dan bahan bakar di luar slinder,hanya udara yang diterima ke dalam slinder melalui saluran masuk.

2. Perbandingan Kompresi mesin diesel dan Bensin
Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume udara dalam silinder sebelum langkah kompresi dengan volume sesudah langkah kompresi. Perbandingan kompresi untuk motor-motor bensin adalah berkisar 8 : 1 sedangkan perbandingan yang umum untuk motor-motor diesel adalah 16-22 : 1. Perbandingan kompresi yang timggi pada motor diesel menimbulakan kenaikan suhu udara cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar tanpa ada letikan bunag api. Hal ini menyebabkan motor diesel mempunyai efisiensi yang besar sebab kompresi yang tinggi menghasilkan pemuaian yang besar dari gas-gas hasil pembakaran dalam slinder. Karena itu tenaganya sangat kuat. Efisiensi tinggi yang dihasilkan pembakaran motor diesel harus diimbangi dengan kekuatan komponen-komponennya agar dapat menahan gaya-gaya pembakaran yang sangat besar.


3. Disain Komponen Mesin Diesel dan Bensin
Sudah dikatakan bahwa mesin diesel haruslah dibuat kokoh dan kuat untuk dapat menahan gaya pembakaran yang sangat besar. Pada umumnya bagian-bagian yang dikuatkan adalah torak, pena torak, batang penghubung, dan poros engkol serta sejumlah bantalan utama untuk mendukung poros engkol.

Siklus otto





Siklus Diesel




Prinsip Kerja
Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi. Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus otto



  Perbedaan Mesin Diesel 2 Tak dan 4 Tak


Siklus 2 Tak Motor Diesel 

Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Penggunaan motor diesel bertujuan untuk mendapatkan tenaga mekanik dari energi panas yang ditimbulkan oleh energi kimiawi bahan bakar, energi kimiawi tersebut diperoleh dari proses pembakaran antara bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar.
Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada tujuan perancangan, dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak.

Tekanan gas hasil pembakaran akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol. Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.
Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua, yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection yang dianalisa dengan siklus diesel sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus otto.


Diagram P-V siklus diesel dua langkah


Perbedaan antara motor diesel dan motor bensin yang nyata adalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar, pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena adanya loncatan api listrik yang ditimbulkan oleh dua elektroda busi, sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran udara dan bahan bakar hingga mencapai temperatur nyala akibat kompresi torak. Karena prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut spark ignition engine.
Siklus Motor Diesel 4 Tak
Motor Diesel merupakan sebuah mesin pembangkit tenaga, yaitu dengan memberikan input tertentu, maka mesin tersebut menhasilkan sejumlah tenaga yang diharapkan. Untuk menghasilkan tenaga tersebut mesin/motor Diesel menganut sebuah siklus. Siklus merupakan suatu proses yang terulang-ulang. Siklus motor terdiri dari 4 proses yaitu isap, kompresi, usaha, dan buang.
Proses isap pada motor Diesel, terjadi aliran udara masuk ke-dalam silinder. Masuknya udara kedalam silinder karena perbedaan tekanan antara di luar dan di dalam silinder. Perbedaan tersebut karena gerakan piston dari TMA ke TMB, dan untuk menambah jumlah udara ditambah dengan peralatan yang dikenal dengan blower, turbo-charger, atau turbocharger intercooler. Peralatan tersebut untuk memaksa udara luar masuk kedalam silinder, sehingga jumlahnya men-jadi lebih banyak. Besarnya jumlah udara yang masuk kedalam dibaandingkan dengan besarnya ruangan silinder disebut dengan efisiensi/rendamen volumetric (ηv). Pada proses isap ruang di dalam silinder terhubungan dengan udara luar, melalui saluran atau katup yang terbuka.
Penggunaan Motor Diesel.
Pemakaian motor Bensin bila dibandingkan dengan pemakaian motor diesel dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, tergolong hanya untuk kebutuhan ringan. Sementara pemakaian motor diesel men-jangkau kebutuhan masyarakat baik yang ringat sampai dengan yang berat. Pemakaian motor Diesel cocok untuk memenuhi kendaraan, baik untuk penumpang atau komersiil (barang); untuk kebutuhan pertanian (traktor pertanian); untuk kebutuhan pembangunan jalan; untuk kebutuhan kompresor udara dan pembangkit tenaga listrik (power plant), dan berbagai kebutuhan masyarakat yang berat-berat. Sehingga ukuran motor Diesel untuk kebutuhan yang berat-berat, jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran terbesar motor bensin.
Berikut ini beberapa contoh pemakaian motor Diesel untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  1. Sebuah motor diesel yang dikembangkan dibawah 10 hp
  2. Motor diesel 6 silinder 504 in3 untuk traktor. 
  3. Traktor-traktor yang sedang digunakan untuk pembangunan
  4. Motor diesel 2 tak bentuk V dengan diame ter silinder 9 1/16 in dan langkah 10 in, untuk kereta api, kapal, dan pembangkit tenaga listrik.
  5. Belahan motor Diesel 2 tak opposed piston 12 silinder, turbochaeger, untuk industri, kapal, dan pembangkit.
  6. Motor Diesel 12 silinder jenis bintang, ba han bakar double, 2125 hp.
Motor Diesel 8 silinder 2 tak dengan bahan bakar double dengan 5825 hp, untuk pembangkit tenaga listrik di Fulton, Missori.



Perbedaan ICE 2 Tak dan 4 Tak

Ada 2 macam cara kerja ICE yaitu mesin 4 langkah (4-tak) dan 2 langkah (2-tak). Mesin 4-tak dalam satu siklus kerjanya terdiri dari empat tahap yaitu hisap, tekan, ekspansi/usaha, buang yang diselesaikan dalam 2 putaran crankshaft.
                                                                                                             
Mesin 4 tak memerlukan 2 putaran crankshaft dalam satu siklus kerjanya, sedangkan mesin 2-tak hanya memerlukan satu putaran saja. Hal ini berarti dalam satu siklus kerja 2 tak hanya terdiri dari 1 kali gerakan naik dan 1 gerakan turun dari piston saja. Ketika piston naik menuju TMA untuk melakukan kompresi maka katup hisap terbuka dan masuklah campuran bahan bakar dan udara, sehingga dalam satu gerakan piston dari TMB ke TMA menjalankan dua langkah sekaligus yaitu kompresi dan isap. Pada saat sesaat sebelum piston mencapai TMA maka busi menyala, gas campuran meledak dan memaksa piston kembali bergerak ke bawah menuju TMB. Gerakan piston yang ini disebut langkah ekspansi. Ketika piston melakukan langkah ekspansi atau usaha, juga melakukan langkah buang melalui katup buang (sisi kanan dinding silinder pada gambar) . Hal ini bisa terjadi karena gas hasil pembakaran terdorong keluar akibat campuran bahan bakar dan udara baru yang juga masuk dari sisi kiri dinding silinder.



Pada motor 2 langkah memakai oli pelumas samping selain pelumas mesin, karena model kerja yang seperti itu membuat tenaga yang dihasilkan lebih besar. Perbandingannya mesin 4 tak dalam 2 kali putaran crankcase = 1 x kerja sedangkan untuk 2 tak 2 kali putaran crankcase = 2 x kerja.
Untuk itu dibutuhkan pelumas yang lebih karena putaran yang dihasilkan lebih cepat. Hal itu juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih berisik ,boros bahan bakar, menghasilkan asap putih dari knalpotnya tetapi unggul dalam kecepatan dibandingkan mesin 4 tak. Perbedaan yang lain juga terdapat pada bentuk fisik pistonnya. Piston 2 tak lebih panjang dibanding piston 4 tak. Selain itu bentuk piston head nya juga lain, piston 2 tak memiliki semacam kubah untuk memuluskan gas buang untuk bisa keluar sedangkan 4 tak tidak. Piston 2 tak juga memiliki slot lubang yang berhubungan dengan reed valve yang berhubungan dengan cara kerja masukan campuran bahan bakar – udara ke ruang bakar. 

RELATED POST

close